Kebusukan Amerika dan Perlawanan Rusia

Image

lensaindonesia..com: Perebutan pengaruh dan unjuk kekuasaan antara Rusia dan Amerika Serikat di Ukraina kian mendekatkan perang nuklir di depan mata dunia.

Suasana panas dan tegang antara Rusia dan Amerika Serikat yang didukung Uni Eropa tensinya terus meninggi pasca referendum Crimea yang memutuskan ingin bergabung ke Rusia. (Referendum Crimea = pemunggutan suara yang dilakukan rakyat Crimea untuk melepaskan diri dari Ukraina dan memilih bergabung dengan Russia). Seperti halnya kasus timor-timor yang lepas dari Indonesia.

Sejak krisis di Ukraina dan Crimea dimulai, Rusia terus menunjukkan kekuatan militernya, baik di perbatasan Ukraina maupun di dalam wilayah Crimea sebagai dukungan terhadap wilayah yang baru saja melepaskan diri dari Ukraina itu.


Di sisi lain, Amerika Serikat dan negara-negara NATO serta Uni Eropa secara terang-terangan mendukung Ukraina dengan mengecam referendum Crimea dan merencanakan sanksi untuk Rusia.

Tak hanya itu, meski tak semasif Rusia, kekuatan militer NATO, terutama negara-negara anggota yang berbatasan dengan Ukraina terus diperkuat.

Sebagian besar negara tetangga Ukraina adalah anggota NATO seperti Polandia, Romania, Hongaria, dan Slowakia. Demikian pula negara-negara Baltik, Lituania, Latvia, dan Estonia.

Jika salah satu dari negara-negara NATO itu membantu Ukraina dan terlibat perang dengan Rusia, Amerika Serikat harus mengintervensi.

Bencana nuklir

Meski sejak Perang Dingin perlucutan senjata strategis mulai dilakukan, saat ini Amerika Serikat dan Rusia masih memiliki hulu ledak nuklir siap pakai dan jumlahnya ribuan.

Sejumlah data menyebut, Amerika Serikat masih memiliki persediaan misil balistik antarbenua (ICBM) sebanyak 448 buah yang masih mengarah ke wilayah Rusia.

Total, Amerika Serikat diperkirakan masih memiliki 7.700 buah hulu ledak, termasuk 1.950 hulu ledak yang bisa diluncurkan lewat ICBM, kapal selam, dan pesawat udara.

Sementara itu, Rusia diperkirakan memiliki 8.500 hulu ledak berbagai jenis, tetapi hanya sekitar 1.800 buah yang siap pakai.

Ini adalah perbandingan senjata nuklir yang pernah diuji coba.

Image

Sementara itu, Rusia saat ini diperkirakan memiliki 845.000 personel militer aktif dengan sekitar 2,5 juta personel militer cadangan. Namun sejumlah pengamat menilai, pasukan Rusia tidak mampu mengatasi kemampuan pasukan NATO.

Amerika Serikat sendiri memiliki 1,4 juta personel militer aktif dan 850.000 personel cadangan. Namun, Amerika Serikat tak bisa mengerahkan semuanya ke Rusia. Sebagian harus menjaga 598 pangkalan militer Amerika Serikat dan sebagian lainnya harus bersiaga di dalam negeri.

Sementara NATO memiliki Pasukan Reaksi Cepat NATO (NRF) yang akan langsung terlibat pertempuran pertama dengan Rusia. Unit ini memiliki 13.000 personel yang siaga dan ribuan lain sebagai cadangan.

Rusia memiliki keuntungan karena Armada Laut Hitam berpangkalan di Sevastopol, tetapi NATO dan Amerika Serikat memiliki keunggulan di udara, kemampuan radar yang lebih baik, misil, dan peralatan perang elektronik. 

Jika perang antara Rusia dan Amerika Serikat terjadi, tidak akan menjadi penting siapa yang akan memenangkan laga, namun kehancuran dunia yang diakibatkannya sangat penting dan sangat luar biasa.

Jika Perang Dunia I menewaskan 40 juta orang, Perang Dunia II mengakibatkan 85 juta orang kehilangan nyawa, maka perang nuklir antara Amerika Serikat dan Rusia ini akan menelan korban jauh lebih besar.

http://www.lensaindonesia..com/2014/03/18/perang-nuklir-rusia-vs-amerika-serikat-di-depan-mata-karena-ukraina.html

Nah agan pasti sekarang bertanya-tanya, walaupun Russia kalah banyak dalam jumlah sekutu dan persenjataan. Mengapa dia berani melawan barat? 

Ini alasannya :

Barat terkesima, tak percaya Vladimir Putin menginvasi Ukraina. Semua diplomat Jerman, birokrat euro Prancis dan intelektual Amerika tertegun bertanya-tanya, mengapa Rusia memilih mempertaruhkan hubungan bernilai triliunan dolarnya dengan Barat?

Para pemimpin Barat terpaku tak mengira para penguasa Rusia tak lagi menghormati Eropa seperti mereka perlihatkan usai Perang Dingin. Rusia tidak lagi menganggap Barat aliansi pembebas. Rusia kini menganggap semua yang ada di benak Barat uang melulu.

Para tangan kanan Putin tahu sekali soal ini. Selama bertahun-tahun para penguasa Rusia telah membeli Eropa. Orang-orang Rusia mempunyai mansion dan flat mewah dari West End di London sampai Cote d’Azure di Prancis.

Anak-anak Rusia belajar di sekolah-sekolah khusus nan elite di Inggris dan Swiss, sedangkan uang mereka(Orang-orang Russia) diparkir di bank-bank Austria dan ditampung sistem pajak rendah Inggris.

Lalu apa yang membuat Russia tidak lagi segan terhadap barat?

Mereka kini tahu betul siapa Eropa. Mereka bisa langsung melihat betapa penjilatnya para aristokrat dan konglomerat Barat itu yang matanya berubah berbinar setiap kali miliaran dolar uang Rusia dimainkan.

Ya, mereka hanya berpikir uang, uang dan uang.

Pernah Eropa mengutuk korupsi di BUMN-BUMN Rusia. Tapi sekarang tidak lagi. Karena Rusia tahu sekali bahwa para bankir, pengusaha dan pengacara Eropa justru melakukan kerja kotor bagi orang-orang Rusia untuk menyembunyikan uang hasil korupsi mereka di Antila Belanda dan Kepulauan Virgin, Inggris.

Kita tidak sedang membahas uang yang banyak, melainkan uang yang sangat banyak. Bank sentral Rusia memperkirakan dua pertiga dari 56 miliar dolar AS uang yang ada di Rusia pada 2012 ada kaitannya dengan kegiatan-kegiatan ilegal, hasil berbagai kejahatan seperti pungli, uang narkotika atau penggelapan pajak. 

Di balik korupsi Eropa, Rusia melihat kelemahan Amerika. Kremlin tak yakin negara-negara Eropa, kecuali Jerman, benar-benar independen dan setia dari Amerika Serikat. Rusia kini melihat Eropa tak lebih dari negara-negara klien yang bisa dipaksa Washington, untuk tidak berbisnis dengan Kremlin.

Namun ketika Rusia menyaksikan Spanyol, Italia, Yunani dan Portugal saling menyisihkan dalam tender menjadi mitra bisnis terbaik Rusia dalam Uni Eropa, mereka melihat kontrol Amerika atas Eropa perlahan memudar.

Di Moskow, Rusia menyimak kelemahan Amerika di luar Kedubes Moskow.

Suatu waktu Kremlin khawatir petualangan asing akan memicu sanksi ekonomi ala Perang Dingin yang merugikannya seperti larangan ekspor komponen-komponen kunci bagi industri minyaknya atau bahkan diputusnya akses ke sektor perbankan Eropa. Kini kekhawatiran seperti ini tidak ada lagi.

Rusia melihat Amerika rentan: di Afghanistan, di Suriah dan di Iran di mana Amerika Serikat kini amat sangat memerlukan dukungan Rusia untuk melanjutkan pengapalan pasokan-pasokannya, menuanrumahi konferensi perdamaian atau menguatkan sanksi Barat ke Iran.

Para elite Rusia telah mengekspos Barat dengan cara luar biasa dengan menawan properti-properti dan rekening-rekening bank Eropa.

Secara teoritis, ini membuat Barat rentan mengingat penarikan dana secara tiba-tiba oleh adanya investigasi pencucian uang dan larangan visa, bisa memangkas kekayaan mereka. Dari masa ke masa Rusia menyaksikan betapa pemerintah-pemerintah Eropa menolak meloloskan undang-undang yang mirip dengan UU Magnistky AS yang mencegah para pemimpin kriminal memasuki Amerika Serikat.

Semua ini membuat Putin percaya diri, sangat percaya diri, percaya bahwa elite Eropa lebih tertarik pada uang. 

Ini buktinya. Setelah pasukan Rusia mencapai pinggiran Tbilisi, ibukota Georgia, pada 2008, rangkaian pernyataan dan gertakan keluar dari Barat, namun saat dihadapkan pada miliaran dolar dana Rusia, mereka menjadi ciut. Lalu, setelah para tokoh oposisi Rusia diadili, Uni Eropa mengirim surat keprihatinan, tapi sekali lagi mereka bungkam saat miliaran dolar uang Rusia tersaji di hadapan mereka.

Kremlin kini tahu rahasia perang kotor Eropa. Kremlin tahu pasti sikap Eropa. Orang-orang bermuka masam yang mengendalikan Rusia di era Putin melihat Barat seperti para politisi di akhir masa Soviet.

Eropa sungguh sudah dikendalikan oleh elite bermoralitas hedge fund (pengelola dana atau pialang): Keduk uang dengan cara apa saja, lalu parkir uang itu di luar negeri.

Kesimpulan: Eropa & barat itu kotor. Russia akan memanfaatkan kesempatan itu untuk memutar balik keadaan. Hubungan bilateral eropa, seperti bisa dibayar dengan uang. Sementara Amerika terlibat banyak hutang karena banyak berperang. Aliansi barat lepas=Amerika hancur+hutangnya akan terasa semakin mencekik. Rusaknya aliansi tersebut mulai terbukti dengan Spanyol, portugis, dkk yang mulai tidak nurut dengan Amerika. Apalagi dalam khasus Russia menyerang Georgia, barat tidak bertindak apa-apa ketika disuguhkan uang dollar yang banyak oleh Russia agar mereka bungkam. Berbeda dengan Russia, sewaktu Suriah ingin diserang oleh Amerika. Russia melawan Amerika dan sama sekali tidak tergiur uang yang disuguhkan Arab Saudi untuk tidak campur tangan. Dia tetap bersikeras melawan Amerika jika seandainya Amerika menyerang Suriah. Jadi, barat itu lemah bagi Russia!

http://www.antaranews.com/berita/422724/mengapa-rusia-tak-lagi-takut-pada-barat

Nah ini saatnya kita mengungkapkan kebusukan Amerika dan membela yang benar

Pertama-tama saya meminta maaf jika judulnya terlihat konspiratif. Tapi ane pengen kalian buka mata kalian!!!

– Inget ga gan? Iraq, afghanistan yang sama sekali tidak bersalah tiba-tiba diserang oleh Amrik?
– Inget ga gan sewaktu Iran dilarang membuat senjata nuklir tapi amrik dan sekutunya dengan bebas membuat senjata mematikan?
– Tentang kasus suriah yang menggunakan senjata kimia. Apa amerika ga ngaca dia menginfeksi warga puerto rico dengan kanker? Lalu menginfeksi warga guatemala dengan penyakit sifilis?
– Apa maksud membuka kantor kedutaan papua di london sementara papua masih milik indonesia?!
– Ingat kasus Israel yang meyerang palestina dan tidak berujung hingga sekarang? Itu karena Amerika mendukung Israel! Bayangkan jika amerika tidak ada! Israel ga akan berbuat seberani itu.
– Israel menyerang palestin. Ko amrik bungkam? Katanya polisi dunia? Russia nyerang Ukraine dengan alasan melindungi penduduknya yang ada disana. Ko dia malah koar2?

MANA KEADILAN YANG DIJUNJUNG TINGGI OLEH DEMOKRASI LIBERAL?

Ini saatnya gan!!! Kita membela yang benar. Russia sudah berani mengeluarkan taring dan cakaran beruangnya!!! Apa kita harus terus pasrah melihat freeport dan gunung cermai jadi milik Amerika?! Apa kita harus menunggu nasib seperti iraq ketika kita ada potensi untuk jadi negara maju?

Latar belakang ‘baru’ Russia dalam menginvasi Ukraina & Kebusukan Amerika terhadap negara Ukraina.

JURNAL3.COM | WASHINGTON DC – Kebijakan hegemonik Presiden AS, Barack Obama mengenai Rusia telah mendorong dunia ke dalam perang baru, yang diyakini akan berkembang ke arah perang terbuka.

Prediksi itu diungkapkan Dr. Paul Craig Roberts, seorang analis politik dan militer Amerika Serikat (AS). Dilansir CBS News, Senin (31/03/2014), cara Obama menggulingkan pemerintah Ukraina untuk memperoleh kekayaan negara itu, mengusir Rusia dari Laut Hitam dan menempatkan pangkalan rudal AS di Ukraina, perbatasan Rusia, sudah dibaca dengan mudah oleh Presiden Vladimir Putin.

“Obama sebenarnya sangat marah karena rencananya tidak berjalan sebagaimana yang diinginkan. Dan kini ia berusaha melimpahkan kemarahan dan frustrasinya pada Rusia. Celakanya, ini adalah Rusia, bukan negara lain, dimana Amerika selalu menggunakan senjata sebagai alat ancaman,” jelas Roberts.

Analis itu menunjukkan, permintaan Obama agar pasukan NATO lebih banyak ditempatkan di Eropa Timur dan di perbatasan Rusia untuk melindungi Polandia serta negara-negara Baltik bisa memicu perang dengan Moskow.

Di satu sisi, Obama mendesak Putin menarik mundur 100 ribu pasukan Rusia di perbatasan. Namun di sisi lain, Obama mendesak NATO menambah pasukan di perbatasan dekat Rusia.

Obama juga tidak jujur dengan tidak mengatakan apakah penumpukan pasukan militer AS dan NATO dan berbagai permainan perang di perbatasan Rusia ditujukan pada Rusia.

Tentu saja, kata Roberts, pemerintah Rusia bisa menyimpulkan bahwa wilayahnya akan segera diserang lalu berinisiatif menyerang lebih dulu

“Ini adalah kecerobohan Obama dan hal ini akan memicu perang. Dorongan untuk perang ini sudah tampak jelas. Kebohongan sudah jelas dan seluruh Barat ikut berpartisipasi, baik media dan pemerintahnya,” tambahnya.

Amerika akan menjadi negara yang porak poranda karena yang dihadapi adalah Rusia, yang secara kualitas militer menjadi kekuatan nuklir utama di dunia selain AS sendiri.

Sedikit pencerahantentang awal mula kasus Crimea dari sudut pandang saya

1. Presiden Ukraina menolak tawaran Uni Eropa agar negaranya masuk ke dalam organisasi tersebut yang menawarkan perbaikan ekonomi untuk Ukraina.
2. Russia menawarkan modal kepada Ukraina dengan jumlah yang lebih besar daripada Uni Eropa dengan syarat Ukraina tidak bergabung dengan uni eropa .
3. Presiden Ukraina memilih penawaran dari Russia
4. Warga Ukraina protes karena keputusan presiden tersebut, terjadilah kekacauan di negara tersebut.
5. Etnis Russia yang tinggal di Ukraina dibagian timur merasa terancam dengan pergolakan dan kekacauan tersebut.
6. Crimea memilih merdeka dari Ukraina dan memilih bergabung dengan Russia, namun ditolak oleh pemerintahan Ukraina.
7. Walikota Crimea dan ex-presiden Ukraina meminta Russia turun tangan untuk mengambil dan menetralkan wilayah yang pro-Russia
8. Russia berinisiatif ‘menempati’ dan ‘menguasai’ wilayah Crimea, dan melangsungkan referendum agar Crimea dapat bergabung dengan Russia tanpa melepaskan tembakan.
9. Ukraina tidak dapat berbuat apa-apa mengingat kekuatan militer Ukraina vs Russia sangat tidak sepantaran.
10. Barat turun tangan, dan ketika hasil referendum menujukan bahwa Crimea bergabung dengan Russia ditolak mentah-mentah oleh barat dan hasil referendum tersebut tidak diakui.

Hingga saat ini diketahui Nato telah menjaga perbatasan dan bersiaga untuk berperang dari berita yang akhir-akhir ini TS baca. Sepertinya Amerika benar-benar akan berbuat sesuatu di Ukraina, mengingat Russia telah mengagalkan aksinya untuk menginvasi negara Suriah sebelumnya. Ini menyangkut harga diri Amerika.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s